iMuzTa91mzo4YuAVKdY4fmC68m8 Goyang Hot musik Dangdut - Yani Sri Muliani
Sabtu, 25 Mei 2013

Goyang Hot musik Dangdut


Seorang temanku menanyakan pendapatku tentang goyang dangdut yang hot dan begitu seronok setelah dia menonton sebuah pertunjukan musik dangdut di sebuah panggung terbuka. dan disaat senggang waktuku, kucoba tulis. Dan yang ku tulis ini hanyalah pendapat pribadi terlepas dari pro dan kontra tentang goyangan para penyanyi dangdut yang hot dan seronok itu. Jadi abaikan saja bila tulisanku ini tidak berkenan.

Seperti yang kita ketahui, musik dangdut adalah musik yang tak pernah jauh dari goyang. dengan lirik lagu yang sederhana dan irama musik yang dinamis tentunya bisa membuat semangat dan menghibur para pendengarnya. meskipun lagu yang dinyanyikan itu penuh dengan lirik yang sedih mendayu dayu karena putus cinta dan sebagainya, namun tetap saja enak untuk di buat joget. Maka tak heran dan wajar bila musik dangdut banyak digemari oleh berbagai kalangan di nusantara ini bahkan sampai ke manca negara.
Aku bukanlah pengamat musik atau ahlinya dalam hal mengulas tentang musik, Aku hanyalah pendengar, penikmat dan suka akan lagu lagu negeri sendiri termasuk musik dangdut pastinya.

Seperti yang tadi aku tulis diatas, musik dangdut memang tak bisa lepas dari goyang. Walaupun kita mendengarnya sambil duduk atau sambil tiduran, tetap saja kaki dan tangan tak mau diam, itulah dahsyatnya musik dangdut. Demikian juga para artis dangdutnya, nggak mungkin lah menyanyikan lagu dangdut tapi dengan gaya berdiri tegak lurus seperti orang yang sedang upacara bendera, pastilah akan bergoyang untuk menghibur penonton. tapi permasalahannya sekarang, goyang dangdut sudah sedemikian parahnya yang di lakukan oleh artis penyanyi dangdut wanita yang notabene adalah insan musik dangdut itu sendiri. Dengan pakaian minim atau rok di atas lutut, artis penyanyi bergoyang meliak liuk di atas panggung terbuka dengan gaya yang mengundang birahi para laki laki. Aku kadang nggak habis pikir kenapa itu harus di lakukan dengan gaya goyangan seperti itu. Apakah ingin lebih banyak dapat uang saweran, atau ingin lebih terkenal ?.
Bila gaya seperti di lakukan di tempat hiburan dangdut yang tertutup seperti cafe atau tempat yang memang menyediakan tempat khusus, aku rasa nggak jadi masalah. Tapi ini di lakukan di atas panggung terbuka, yang pastinya di tonton oleh segala usia dari anak anak sampai orang dewasa.

Di dalam dunia seni, para pelaku seni memang bebas untuk meng'ekspressikan apa yang ada didalam jiwanya, tapi tentunya disertai tanggung jawab moral. Dan disini adalah negeri yang agamis yang masih memegang tinggi adab adab kesopanan di dalam kehidupan masyarakat.
Kalau boleh aku ibaratkan, musik itu adalah ibarat ruh, ruh itu suci dan bersih, lalu elemen dari seni itu adalah pelaku seni itu sendiri. baik dan buruknya citra seni khususnya seni musik tergantung dari para pelaku seni yang menjalani. Ada orang yang tidak suka dengan salah satu jenis musik, karena beralasan katanya jenis musik anu pelaku seninya berisi orang orang pemakai narkoba dan lain sebagainya. tentu citra musiknya itu menjadi buruk. Padahal nggak semuanya begitu.

Lalu bagaimana dengan musik dangdut, musik yang telah menjadi kebanggaan negeri ini. musik yang memang lahir dari negeri ini, akankah akhirnya menjadi sebuah citra musik yang buruk, musik yang mempunyai citra penuh dengan goyangan goyangan maut yang mengundang birahi ?

Musik dangdut yang lahir dari sebuah kesederhaan tapi penuh dengan nuansa indah, semestinya tak di kotori dan di perburuk oleh insan musik dangdut itu sendiri. musik dangdut harus tetap eksis tanpa harus menonjolkan goyangan yang tak semestinya...SALAM VIVA DANGDUT.

0 komentar:

Poskan Komentar